PENGANTAR REDAKSI

Oleh : Ir. Suhariyanto, IPU, AseanEng

Kordinator Pengasuh Majalah Rimba Indonesia

Tanggal 16 Maret adalah harinya Rimbawan Indonesia memperingati baktinya kepada Nusa dan Bangsanya.  Tahun 2021 ini merupakan Hari Bakti Rimbawan yang ke-38.  Ini tidak berarti bahwa kurun waktu sebelumnya Rimbawan Indonesia tidak pernah memberikan baktinya.  Sekedar penanda secara moral bahwa 38 tahun yang lalu dinyatakan secara resmi tekad Rimbawan Indonesia untuk mewujudkan baktinya.  Jargon Rakyat Makmur, Hutan Lestari selalu menjadi penyemangat, motivasi, gerak tindak konkrit bagi Rimbawan Indonesia dari waktu ke waktu –generasi ke generasi– untuk mewujudkannya.

Tatanan adalah bicara tentang struktur yang selalu harus mampu secara cepat, benar, baik, dan tepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi secara multiaspek dan multidimensi.  Terutama struktur berpikir, kebiasaan atau kultur yang harus fit dengan perubahan lingkungan strategis. Tidak ada yang boleh mandeg –harus dinamis– ibarat gelombang lautan yang senantiasa bergerak menggelora. Panta Rei.

Kelayakan berarti tatanan itu layak baik secara fisik maupun non fisik, diukur tidak hanya hasilnya (outputs) tetapi juga manfaatnya (outcomes) bagi bangsa dan negara Indonesia tercinta, yang berdampak kepada umat manusia di muka bumi ini.  Layak berarti juga terjadinya keseimbangan fungsi ekonomi, ekosistem, dan sosial dari Sumberdaya Hutan Indonesia.

Oleh karena itu, pada volume 68 ini, pembaca MRI terutama Rimbawan Indonesia disajikan beberapa artikel dengan tema Menata Kelayakan Hutan Indonesia.  Selamat membaca sajian MRI ini.  Mari terus berjuang tanpa kenal kata menyerah.