TINJAUAN FUNGSI HIDROOROLOGI HUTAN DARI SUDUT PANDANG EKONOMI PERTANIAN ISLAM
Oleh: Prof. Dr. Ir. Murasa Sukarniputra, M.S.
(Mantan Staf Ahli Menteri Pertanian & Dosen Ekonomi Islam IAIN Syarif Hidayatullah 1995-2008)
PENDAHULUAN
Dari dasar pendidikan profesi awal penulis sejatinya adalah seorang Rimbawan lulusan Sarjana Kehutanan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor tahun 1971. Akan tetapi takdir telah mengantarkannya tidak berbakti di bidang kerja Kehutanan melainkan di bidang Pertanian sejak awal mulai bekerja. Pengabdian di bidang ini berlangsung puluhan tahun hingga tiba saatnya pensiun sebagai Staf Ahli Menteri Pertanian. Selama pengabdiannya mengalami perkembangan dan beberapa perubahan bertalian dengan perkembangan pendidikannya dan pandangan-pandangan selama menjadi Anggota dan Pengurus Aktif Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Jadi sudah lama sekali meninggalkan dunia Kehutanan termasuk ketinggalan ilmunya. Akan tetapi setelah membaca-baca Majalah Rimba Indonesia terbitan akhir-akhir ini yang bagus dan menarik, penulis mulai mengingat kembali banyak hal tentang Hutan dan Kehutanan serta ingin ikut menulis di majalah ini sekelumit pengalaman dan pandangan orang luar Kehutanan yang bidang profesinya ada kaitannya dengan Hutan dan Kehutanan. Mohon maaf kalau tulisannya kurang bermutu secara ilmiah namun barangkali ada manfaatnya.
BEBERAPA PENGERTIAN DALAM EKONOMI KEISLAMAN
Penulis mempelajari dan mendalami Ekonomi Keislaman Indonesia sejak menjadi Anggota dan Pengurus Ikatan Cendekiawan Islam (ICMI) yang dibentuk oleh bapak Prof Dr. Ir. B.J. Habibie tahun 1990 yang kemudian membangun Ekonomi Syariah dan mendirikan Bank Muamalat dan Bank Syariah di Indonesia. Atas permintaan banyak Kiai dari beberapa pesantren yang hadir pada suatu pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Agama tahun 1991 di Wisma Sejahtera Jln. Fatmawati Jakarta, penulis diminta untuk menyusun karya tulis tentang gagasan Ekonomi Islam dan bagaimana cara melaksanakannya. Alhamdulillah penulis dapat berhasil menyusun 2 buku yang pertama Ruqyah Syari’ah: Teori, Model dan Sistem Ekonomi Islam (General Equilibrium in Islamic Economics) yang kedua Bimas Agribisnis Reborn. Menurut Syaikh Ibn Al Arabi ada 3 macam ilmu: 1). Ilmu Akal yang berbasis pada mantik akal, ilmu perasaan yang berbasis mantik rasa dan ilmu Laduni yang hanya diperuntukkan bagi para nabi dan wali, 2). IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) suatu disiplin ilmu yang mempelajari ciptaan Allah dan IMTAK yang merupakan transformasi iman menjadi taqwa melalui disiplin IPTEK dan Ilmu Agama, 3). Ilmu Ma’rifat suatu ilmu yang mempelajari sifat-sifat Pencipta (Al Kholik) melalui asma-asmaNya. Syaikh Ibn Arabi menambahkan bahwa Hakikat adalah dimensi yang non manifes dan setiap hakikat dibersamai oleh malaikat. Ia mengatakan alam semesta tercipta melalui penyebukan antara <kaf dan nun>. Dicontohkan oleh beliau tentang apa itu gaib realitas seperti biji jati yang ditanam ketika sudah menjadi pohon umur 5, 10, 20 th. dst. Ke mana perginya benih (biji) jati tersebut? Tentang kebagaimanaan ibadah maghdah (IM) dan ibadah ghairu maghdah (IBM) berinteraksi ditempuh dengan bantuan road map dengan membaca doa Sapujagad (Robbana atina fidunia hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzaban nar). Dengan pendekatan “fuzzy information” dari Lotfi Zadeh maka tersusunlah Road Map dari aktivitas dunia, aktivitas alam barzah dan 50 Maukif (halte ujian bagi tiap muslim) di Padang Mahsyar kelak seperti bagan berikut ini. Oleh karena itu tiap aktor pembangunan dalam bermuamalah di dunia harus mengikuti keakhiratan.

Beberapa keterangan: I=Iman, T=Taqwa, RA=Ridla Allah Ta ala, IM=Ibadah Maghdah, IGM=Ibadah Ghiru Maghdah, Maukif=halte/terminal di titik mana seorang muslim akan diuji, jika tidak lulus akan dihukum 1000 tahun.
Dua kata IPTEK dan IMTAK (Iman dan Taqwa) merupakan kata-kata azimat ICMI yang sangat ditekankan oleh Prof Dr. Ir. B. J. Habibie untuk menjadi pegangan dan pedoman setiap insan yang mendapat tugas melaksanakan pembangunan bagi kemakmuran dan kesejahteraan Rakyat. Kedua semangat kata itu disinergikan dalam amalan sehari-hari terutama di sektor investasi untuk wong cilik (asongan atau candak kulak). Caranya antara lain dengan membangun sistem perbankan yang terpadu dengan kegiatan lembaga bukan perbankan. Terbentuklah Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) atau Lembaga Swadaya Masyaraka yang bekerja dengan SOP mengikuti disiplin Koperasi. Sasaran usahanya adalah untuk mengangkat derajat masyarakat akar rumput.
FUNGSI HIDROOROLOGI HUTAN
Dari sudut pandang IPTEK dan IKWA (Ilmu Ketaqwaan) hutan dipandang sebagai kawasan atau area yang luas yang ditumbuhi jutaan pohon yang kokoh dan memiliki “Cengkeraman Akar-akarnya” yang sangat kuat baik yang tumbuh di tanah datar, perbukitan maupun di pegunungan yang tumbuhnya dibersamai oleh malaikat. Pohon pohonan tersebut yang tumbuh kuat, bercabang, beranting, berdaun, berakar tunggang dan tunjang kuat bersatu padu membentuk hutan dengan tajuknya yang baik mampu sebagai PENGENDALI AIR dan MENCEGAH EROSI. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan juga yang jauh dari hutan sangat menikmati adanya hutan yang baik terutama dirasakan dari ketersediaan air bersih untuk makan minum, pengairan sawah atau ladang pertanian-peternakan, sumber tenaga listrik, perlindungan dari bahaya tanah longsor dan bencana banjir serta cuaca yang nyaman. Oleh sebab itu masyarakat luas di luar hutan terutama sekali para petani sangat mengharapkan /menginginkan terwujudnya hutan-hutan yang baik. Mereka berpengharapan para petugas atau pihak-pihak yang berkewajiban membangun dan mewujudkan tersedianya hutan yang baik dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dengan ketakwaan yang dihayati sepenuh hati kepada Allah Yang Maha Esa untuk dapat mewujudkan apa yang diamanatkan kepadanya .
PENGALAMAN MELAKSANAKAN IPTEK DAN IMTAK PERTANIAN
Penulis bertugas di bidang Pertanian dan berasal dari Cirebon wilayah yang memiliki lahan pertanian sawah yang luas menjadi lumbung padi andalan Jawa Barat selain Kerawang dan Cianjur. Sejak masih belia ia sudah menyadari dan memahami adanya keterkaitan yang sangat erat antara usaha pertanian terutama sekali sawah yang membutuhkan pengairan yang cukup dan lancar sepanjang tahun dengan hutan beserta mata air dan waduk-waduknya sebagai sumber pengairan yang teratur. Salah satu keberuntungan pertanian di daerah ini adalah banyaknya mata air di kaki gunung Ceremai yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian sawah dan perikanan darat. Masyarakat petani sawah yang berada jauh dari G. Ceremai merasakan sekali keberuntungan kondisi alam ini dan berharap sekali akan keberlanjutannya. Penulis mendapat tugas untuk memajukan dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Penulis menyusun Tim untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan dan bimbingan terhadap masyarakat petani melalui organisasi masyarakat petani (HKTI) dan Pesantren – Pesantren yang banyak jumlahnya baik yang berada di sekitar G. Ceremai maupun yang jauh dari tempat ini. Usahanya diberi nama Bimas Reborn yang intinya:
- Menyadarkan kembali bahwa kalau masyarakat petani ingin usaha pertaniannya berkembang maju harus mau melakukan perbaikan-perbaikan dan pembaharuan dengan menggunakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi disertai ketakwaan yang tulus kepada Allah Yang Maha Besar yang KekuasaanNya tanpa batas diantaranya mampu mengubah biji-bijian menjadi tanaman, tanaman menghasilkan buah-buahan, padi-padian, daun-daunan yang mempunyai kemanfaatan khusus. Juga menyediakan lahan/media yang tepat bagi tumbuhnya berbagai jenis tanaman yang harus dipelihara dengan baik, manusia tidak boleh merusak alam dan lain-lain
- Sarana dan prasarana produksi pertanian harus diperhatikan, dimengerti, dipahami kegunaannya, diusahakan ketersediaannya sesuai kebutuhan dan diaplikasikan sesuai aturan dan ketentuannya.
- Para petani harus membentuk perkumpulan atau kelembagaan untuk memudahkan pertemuan-pertemuan dan membicarakan berbagai hal bagi peningkatan usaha pertaniannya, pembiayaan, penyimpanan hasil pertanian, pengolahan hingga kemudahan penjualannya secara menguntungkan.
- Membentuk Laboratorium KOMDIGI ILAHIYAH agar petani dapat dengan mudah mengakses ke semua alamat ke mana ia mau baik untuk kelembagaan pertanian, industri maupun pelayanan. Petani akan dengan mudah dan cepat untuk mengetahui data iklim, cuaca, angin, debit air di suatu bendungan atau waduk di sumber mata air, masalah pupuk, perbenihan, transportasi dan berkomunikasi dengan DOLOG /BULOG.
- Yang terlebih dulu diberikan penyuluhan adalah para tokoh masyarakat, tokoh agama, pesantren, pengajian. Setelah itu penyuluhan terhadap para anggotanya baik anggota masyarakat, santri-santri dan anggota pengajian dilakukan oleh tokoh-tokoh tadi (tokoh masyarakat, kyai, ustadz, guru mengaji) dengan atau tidak dengan fasilitasi dan pengawasan Tim. Sasarannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan bawah.
- Yang disuluhkan dan dimotivasikan dalam melakukan usaha bisnis pertanian (agribisnis) adalah bahwa pengertian produk hasil pertanian adalah pertanian dalam arti luas bukan hanya padi, beras, jagung tetapi juga buah-buahan, kacang-kacangan, daun-daunan yang berkhasiat, umbi-umbian, getah, madu, jamu-jamuan, ikan, ternak, makanan ternak dan lain sebagainya. Masing-masing dalam pembudidayaannya memerlukan iptek dan ikwa tersendiri. Juga masalah penyimpanan, pengawetan dan pemasarannya.
Wilayah yang menjadi obyek penyuluhan dan pembinaan adalah wilayah Cirebon seluas 10.000 ha baik yang dekat maupun agak jauh dari G. Ceremai. Hasilnya telah dapat meningkatkan kemampuan bertani yang baik dan kesejahteraannya. Masyarakat menjadi lebih peduli terhadap keselamatan dan kelestarian jasa lingkungan yang baik termasuk lingkungan hutan yang sangat mempengaruhi keberhasilan dan keselamatan usaha pertanian.
SARAN –SARAN PENULIS
- Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup membentuk Brigade Penyuluhan Terpadu yang personilnya dari masyarakat setempat terutama pemudanya dengan honor yang memadai;
- Menyusun bahan pelajaran penyuluhan tentang Perhutanan dan Lingkungan Hidup untuk Paud, TK, SD, SLTP, SLTA, D3, Akmil, Akpol hingga Perguruan Tinggi.
- Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan BRIN bertemakan Regional Planning
P E N U T U P
Demikian tulisan sederhana ini penulis sampaikan semoga ada manfaatnya.
REFERENSI
Murasa Sarkaniputra. General Equilibrium in Islamic Economics, 2009
Syaikh Ibnu Al Arabi. Al Futuhat Al Makkiyaah. 8 jilid Terjemahan Yogyakarta

