Ir. HARTADI
Oleh: Ir. Sudarto Hs, M.M. dan Ir. Kusnoto PM, M.M.
(Pengasuh Majalah Rimba Indonesia)
Menghormati Jejak Kehidupan Ir. Hartadi (1941–2024)
Di awal tahun 2024, dunia kehutanan Indonesia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya Ir. Hartadi, seorang insinyur kehutanan jebolan Universitas Gadjah Mada, tutup usia pada 13 Januari 2024 dalam usia 82 tahun. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, dan insan kehutanan yang pernah bekerja bersama atau mengenal beliau.
Lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 5 Oktober 1941, Ir. Hartadi menapaki jalan hidupnya dengan dedikasi tinggi terhadap pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Dari lereng gunung Merapi tempat ia dilahirkan, hingga ke gedung-gedung pengambilan keputusan kehutanan nasional, beliau membawa semangat kerja keras, integritas, dan loyalitas yang menjadi teladan.
Dari Akademisi ke Praktisi Kehutanan
Ir. Hartadi menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1968. Sebagai lulusan generasi awal dari fakultas kehutanan ternama tersebut, ia adalah bagian dari generasi perintis yang membangun fondasi pengelolaan hutan pasca-kemerdekaan Indonesia.
Kariernya dimulai dari Perusahaan Negara Perhutani (PN Perhutani) pada tahun 1969 dan terus menanjak dalam berbagai posisi strategis di perusahaan-perusahaan kehutanan nasional. Beliau tercatat pernah menjabat di PT INHUTANI I dan PT INHUTANI III, dengan jabatan terakhir sebagai Direktur Pengembangan, dan pada tahun 2000 di PERUM PERHUTANI ia memegang tanggung jawab penting sebagai Direktur Produksi, peran yang menuntut ketepatan dalam menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan keberlanjutannya.
Setelah masa kerja di BUMN kehutanan, Ir. Hartadi juga memimpin beberapa perusahaan swasta dan lembaga pengelola, termasuk sebagai Direktur Utama PT Bina Lestari dan PT Timber Dana, pada tahun 2004 serta memegang tanggung jawab sebagai Direktur Utama Badan Pengelola Gedung Manggala Wanabakti—pusat kegiatan kehutanan nasional di Jakarta.
Pemimpin yang Bekerja dalam Diam
Kesan yang melekat kuat pada sosok Ir. Hartadi di mata kolega dan rekan-rekannya adalah: pekerja keras, tekun, energik, dan loyal. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang tidak banyak bicara, tetapi selalu hadir saat dibutuhkan, dan tidak pernah ragu untuk terjun langsung ke lapangan. Dalam setiap tugas, ia tidak mencari sorotan atau pujian—ia percaya bahwa kerja nyata berbicara lebih keras daripada kata-kata.
Sifatnya yang bersahaja namun tegas menjadikannya figur yang disegani oleh bawahannya dan dihargai oleh mitra kerja. Dalam lingkungan organisasi dan birokrasi kehutanan yang kerap kompleks, Ir. Hartadi menavigasi tantangan dengan kepala dingin dan prinsip-prinsip profesionalisme yang teguh.
Kiprah di Dunia Organisasi
Di luar tugas profesionalnya, Ir. Hartadi juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Pembina Yayasan Sarana Wana Jaya, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan dan pelestarian kehutanan. Ia juga menjadi pengurus Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia (PERSAKI), wadah intelektual dan praktisi kehutanan yang berperan penting dalam perumusan kebijakan serta pertukaran ilmu.
Beliau pernah menjabat sebagai Ketua PPAK (Persatuan Peminat Ahli Kehutanan). PPAK merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari para profesional dan penggemar yang memiliki minat dalam bidang kehutanan. Organisasi ini memainkan peran penting dalam memajukan pengetahuan dan praktik kehutanan di Indonesia, serta menjadi wadah diskusi, penelitian, dan pengembangan ilmu kehutanan.
Persatuan Peminat Ahli Kehutanan (PPAK) memiliki hubungan yang erat dengan Majalah Rimba Indonesia (MRI), karena majalah ini menjadi salah satu media utama yang digunakan PPAK untuk menyebarkan informasi, diskusi, dan hasil penelitian terkait isu-isu kehutanan. MRI berperan sebagai wadah komunikasi bagi para ahli kehutanan, peneliti, praktisi, serta peminat sektor kehutanan untuk berbagi pengetahuan, pandangan, dan perkembangan terbaru mengenai praktik pengelolaan hutan.
Tidak hanya berhenti di bidang kehutanan, beliau juga tercatat sebagai anggota aktif dalam Masyarakat Persuteraan Indonesia, mencerminkan ketertarikannya pada sektor-sektor kehutanan non-kayu dan keanekaragaman hayati lainnya.
Hidup yang Seimbang: Olahraga, Seni, dan Keluarga
Meski aktif dalam dunia profesional dan organisasi, Ir. Hartadi tetap menjaga keseimbangan hidup dengan hobi dan kehidupan keluarga yang harmonis. Ia dikenal sebagai penggemar olahraga seperti golf, bulutangkis, tenis, dan bridge. Tak hanya itu, jiwa seninya pun muncul dalam kegemarannya menyanyikan tembang-tembang macapat, warisan budaya Jawa yang kian langka dinyanyikan oleh generasi muda.
Di rumahnya di Komplek Perumahan PT INHUTANI I, Ciputat, Tangerang Selatan, Ir. Hartadi menjalani hari-hari tuanya dengan tenang bersama istri tercinta Ibu Sutarti, serta dikelilingi oleh anak-anak dan enam cucunya. Nilai-nilai hidup yang beliau tanamkan di keluarga menjadi warisan yang tak ternilai.
Foto: Almarhum Bapak Ir. Hartadi bersama istri, anak, menantu dan cucu
Warisan Seorang Negarawan Hutan
Indonesia adalah negeri yang kaya akan hutan dan keanekaragaman hayatinya. Namun, pengelolaan yang bijaksana dan berkelanjutan hanya mungkin tercapai dengan kehadiran figur-figur seperti Ir. Hartadi — yang melihat hutan bukan hanya sebagai sumber daya, tapi juga sebagai tanggung jawab moral dan sosial.
Kepergian beliau memang meninggalkan ruang kosong, tetapi jejak langkahnya tetap hidup dalam kerja-kerja kehutanan yang telah ia rintis. Dari bibit-bibit pohon yang pernah ia tanam, sistem-sistem yang ia bangun, hingga para profesional muda yang pernah dibimbingnya —semua menjadi bagian dari warisan almarhum yang tak lekang oleh waktu.
Selamat jalan Pak Hartadi. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan keteladanan yang telah Bapak berikan bagi Kehutanan Indonesia.