MENGENANG DAAN MOGOT

Oleh: Suhariyanto
Ketua Dewan Redaksi MRI

Pahlawan Nasional Termuda yang Wafat di Usia 17 Tahun (25 Januari 1946). Daan Mogot atau dengan nama baptis Elias Daniel Mogot adalah anak ke lima dari tujuh bersaudara. Lelaki perwira remaja nan rupawan ini lahir di Manado, 28 Desember 1928.

Di usia 14 tahun ia sudah bergabung dengan tentara PETA (Pembela Tanah Air) bentukan Jepang. Daan Mogot pula orang yang menginisiasi perlunya didirikan sekolah militer. Bersama Kemal Idris temannya saat masih di Tabanan, Bali, ia mendirikan Akademi Militer Tangerang pada tanggal 18 November 1945. Dia juga orang yang pertama kali menjadi Direktur Akademi Militer Tangerang pada saat usianya belum genap 17 tahun dengan pangkat Mayor.

Daan Mogot gugur saat Peristiwa Lengkong Tangerang. Bersama 70 Taruna Militer Akademi Tangerang lainnya, ia bertugas melucuti senjata pasukan Jepang yang dipimpin oleh Kapten Abe. Di saat penyerahan Tentara Jepang yang berlangsung damai, tiba-tiba meletus tembakan yang membuat kedua belah pihak saling kontak senjata.

Dalam pertempuran, Mayor Daan Mogot terkena peluru pada paha kanan dan dada. Sesudah tertembak musuh, masih sempat memberikan perlawanan meski pada akhirnya tubuhnya di hujani peluru serdadu Jepang. Daan Mogot tutup usia pada tanggal 25 Januari 1946. Hanya sempat sebulan ia merasakan hidup di usia 17 tahun.

Ya, Daan Mogot memang mati di usia yang sangat belia. Usia 17 tahun. Bagi anak muda lainnya, usia 17 tahun akan diperingati sebagai masa yang indah. Namun bagi perempuan cantik bernama Hadjari Singgih, kekasih Mayor Daan Mogot, adalah sebuah pengorbanan yang sangat berarti bagi negeri ini. Kado yang terindah darinya adalah dengan memotong rambutnya yang panjang mencapai pinggang dan mengubur rambut itu bersama jenazah kekasihnya.

Untuk menghormati jasa-jasa Mayor Daan Mogot, namanya diabadikan menjadi nama jalan yang menghubungkan antara Tangerang hingga ke Grogol, Jakarta Barat.