IR. INDRIASTUTI, MM

Oleh: Ir. Sudarto Hs.
Pengasuh MRI

Rubrik Apa Siapa MRI Volume 66 ini menampilkan sosok Ir. INDRIASTUTI, MM, mantan pejabat Eselon I di Kementerian Kehutanan, yang merupakan wanita Rimbawan yang pernah menduduki jabatan tertinggi sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kehutanan yaitu sebagai Direktur Jenderal.

Ir. INDRIASTUTI, MM dilahirkan di Kota Pelajar dan Kota Budaya Yogyakarta, tepatnya di Kampung Gamelan, Kecamatan Kraton, Kodya Yogyakarta, pada tanggal 22 Desember 1951. Merupakan anak sulung dari 9 bersaudara dari pasangan suami isteri keluarga yang sederhana, yaitu Bp. Sigid Suwandi, seorangGuru Sekolah Menengah yang juga adalah seorang pengusaha dibidang Kerajinan, dan ibu Surasmiyah sebagai ibu rumah tangga. Berdasarkan silsilah kraton Yogyakarta, Bapak Sigid Suwandi masih mempunyai garis keturunan Hamengku Buwono ke II sedangkan Ibu Surasmiyah, merupakan keturunan dari Trah Hamengku Buwono III. Eyang Kakung beliau, yaitu Alm. Eyang Kanjeng Djojodiningrat adalah mantan Pejabat Bupati di beberapa tempat di Propinsi DIY, yaitu Bupati Kulonprogo tahun 1940, Bupati Gunung Kidul tahun 1943, dan sebelum pensiun tahun 1948, menjabat Bupati Bantul. Kehidupan masa kecil beliau sampai dewasa, begitu juga seluruh pendidikannya mulai Taman Kanak kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi di selesaikan di Yogyakarta. Pendidikan prasekolah di TK Gamelan, Sekolah Rakyat (SR) Panembahan, SMP Negeri 2 Yogyakarta, SMA 1 Teladan Yogyakarta, dan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, lulus tahun 1977. Sedangkan Pendidikan S2 diselesaikannya di Jakarta pada Tahun 2002 dan mendapat gelar Magister Manajemen bidang Sumberdaya Manusia. Selain menyelesaikan pendidikan umum tersebut, sebagai Pegawai Negeri Sipil beliau juga telah mengikuti dan menyelesaikan beberapa Diklat Penjenjangan, yaitu SEPALA (Diklat Tk.IV), SEPADYA (Diklat Tingkat III), SPAMEN (Diklat Tk II) dan SPATI (Diklat Tk.I). Disamping itu, beliau juga mengikuti DIKLAT PENGAWASAN C di BPKP.

Perjalanan karier beliau bagaikan seeorang yang sedang menaiki tangga, dimulai dari anak tangga yang paling bawah/staf dan tidak pernah melambung atau meloncat sampai kemudian berhasil menduduki jabatan Eselon I.

Lulus sebagai Sarjana Kehutanan UGM, dan diwisuda pada bulan September 1977, tidak lama kemudian pada tahun yang sama beliau mulai berkarya sebagai tenaga honorer di Direktorat Jenderal Kehutanan, Departemen Pertanian, 2 tahun kemudian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan satu tahun kemudian diangkat menjadi Pegawai
Negeri Sipil (PNS).

Setelah 3 tahun sebagai tenaga staf, tahun 1983 dilantik menjadi pejabat Eselon IV a, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Menteri, Departemen Kehutanan selama 6 tahun dan melayani 2 (dua) orang Menteri yaitu Bp. Soedjarwo dan Bp. Hasjrul Harahab.

Tahun 1989 beliau diangkat menduduki jabatan Eselon III a. sebagai Kepala Bagian Tatalaksana Biro Hukum dan Organisasi Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selama 6 tahun, kemudian tahun 1995 pada eselon yang sama bergeser menjadi Kepala Bagian Penyusunan Rencana dan Program selama hampir 2 tahun, kemudian tahun 1997 bergeser menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Departemen Kehutanan. Di Bagian ini, beliau melayani beberapa Menteri, yaitu Bp. Djamaludin Suryohadikusumo, Bp. Sumohadi, Bp. Muslimin Nasution, dan Bp. Nurmahmudi Ismail.

Pada tahun 2001, menduduki Jabatan sebagai Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal, Eselon II a, kemudian pada Tahun 2004 naik tangga berikutnya yaitu mengemban tugas sebagai Staf Ahli Menteri (SAM) Kehutanan Bidang Kelembagaan, Hukum dan Administrasi di Eselon I b. Dan tahun 2006 bergeser sebagi Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi.

Pada awal tahun 2009, beliau dilantik menduduki Jabatan Eselon I a, yaitu sebagai Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Seorang Perempuan yang menjadi Direktur Jenderal di Departemen Kehutanan. Dan inilah bidang tehnis kehutanan yang pertama kali di emban selama karier beliau.

Selanjutnya pada bulan September 2010 beliau bergeser jabatan sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Kehutanan (BP2SDMK). Dan sebelum menerima SK Pensiun tanggal 31 Desember 2011, bu Indriatuti di mutasikan ke Jabatan Tenaga Ahli Menteri Kehutanan Bidang Peningkatan Kompetensi Penyuluh Kehutanan sampai benar-benar pensiun pada bulan Maret 2015.

Beliau adalah pribadi yang bersahaja, namun ia adalah seorang rimbawan yang bekerja keras dan disiplin dalam bertugas, sehingga pantas apabila mendapat julukan “Srikandi Kehutanan”. Beberapa penghargaan yang diperoleh selama bekerja di Kehutanan adalah Satya Lencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun dari Pemerintah RI untuk pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selain menjalankan tugas pokok sebagai Pejabat Kehutanan, beliau juga aktif dan terlibat langsung dalam beberapa kegitan atau organisasi antara lain, sejak tahun 1993 menjadi Pengurus Yayasan Bina Raharja (YBR) yang bertugas melayani permohonan bantuan biaya kesehatan para pegawai Departemen Kehutanan. Kemudian pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bakor Kesra Kepegawaian, yang tugasnya menghimpun dana dari berbagai sumber yang sah untuk membantu memberikan bantuan uang sekolah kepada putra putri Pegawai Golongan I dan II di Departemen Kehutanan. Tahun 2006 mendapat tugas sebagai Ketua Yayasan Yatim Piatu dan Fakir miskin Kehutanan (YAHUT), Pada tahun 2007 aktif dalam Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP), yaitu gerakan/ aksi yang dilakukan oleh 7 organisasi Perempuan, yaitu Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Konggres Wanita (KOWANI), Dharma Wanita Persatuan, Tim Penggerak PKK, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, dan Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Sejak tahun 2007 gerakan ini terus mengkampanyekan pentingnya penyelamatan lahan kosong dengan menanam aneka pohon dan tanaman, sehingga dapat keseimbangan alam dan membawa manfaat secara ekonomi.

Sampai tahun 2011 sudah jutaan pohon yang berhasil ditanam dan dipelihara. Selain kegiatan-kegiatan tersebut diatas, beliau juga sebagai Pengurus Kelompok Kerja Pengarusutamakan Gender (POKJA GENDER) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

MELANGKAH KE KARIER KEDUA

Mengisi kegiatan setelah purna tugas tidak menjadi masalah bagi beliau, karena dalam perjalanan karier di birokrasi tidak pernah lepas dari berbagai kegiatan di luar tugas pokok sebagai birokrat. Dalam setiap kepanitiaan hari besar di kantor beliau selalu andil dalam kegiatan maupun kepengurusan. Disamping itu beberapa Yayasan juga dipercayakan kepada beliau untuk mengelolanya.

Sebenarnya beliau tidak langsung berhenti sebagai pegawai Kehutanan setelah pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tanggal 31 Desember 2011, karena sebelum bulan Desember 2011 berakhir telah terbit Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.: SK 744/Menhut-II/2011, tentang Mutasi jabatan Tenaga Ahli Menteri Kehutanan yang mengangkat beliau sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Peningkatan Kompetensi Penyuluh Kehutanan dengan fasilitas setara Eselon I. Jabatan tersebut berlanjut sampai Kementerian Kehutanan berganti menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bulan Nopember 2014, dan akhirnya beliau selesai tugas sebagai Tenaga Ahli Menteri sejak 1 Maret 2015.

Meski tidak mempunyai kewajiban masuk kantor setiap hari, namun sampai saat sekarang masih ada 11 bidang kegiatan yang masih diurus oleh beliau, yaitu Yayasan Bina Raharja (YBR), Yayasan Yatim Piatu dan Fakir Miskin Kehutanan (YAHUT), Kelompok Kerja Gender (POKJA GENDER) KLHK, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTPP), Komisi Penyuluhan Kehutanan Nasional (KPKN), Asesor LSPHI, Perwita Wana Kecana Daerah DKI Jakarta, Perwita Wana Kencana Pusat, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP), dan Himpunan Pensiunan Kehutanan (HPK) Daerah DKI Jakarta.

Berdasarkan perjalanan kerjanya di Kehutanan selama lebih kurang 32 tahun, beliau mempunyai kesan dan pesan sebagai berikut:

KESAN

Perjalanan hidup manusia tidak bisa diduga sebelumnya. Sebagai seorang wanita yang tinggal dikota, sejak kecil sampai dewasa, tidak pernah tahu secara mendalam tentang hutan dan kehutanan serta tidak pernah bercita cita menjadi seorang rimbawan yang harus masuk dan keluar hutan, dan ikut dalam kancah pembangunan kehutanan apalagi mimpi menduduki jenjang jabatan tertinggi di birokrasi kehutanan ditengah persaingan dengan kaum pria yang jumlahnya lebih banyak. Sungguh Allah Maha Besar dan Mulia.

Satu Komitmen yang beliau selalu wujudkan dalam bekerja adalah agar pada setiap jabatan yang diembannya bisa ditinggalkan dengan kenangan yang baik, disamping harapan akan adanya inovasi baru untuk mengembangkan institusi. itulah yang memicu beliau untuk membuat kreasi kreasi dalam mempercepat pekerjaan untuk selangkah lebih maju dari target yang ditugaskan.

Dalam menghadapi karier kedua setelah pensiun sebagai birokrat, beliau mengisi dengan berbagai kegiatan sebelumnya maupun kegiatan yang baru, yang ternyata masih banyak aktifitas yang bisa beliau lakukan dalam sumbangsihnya mengabdi pada bangsa, negara dan masyarakat.

PESAN

Menyimak pada perjalanan karier di Kehutanan selama lebih kurang 32 tahun, dan mencermati kondisi kehutanan yang nampaknya akan menghadapi permasalahan dan tantangan yang semakin komplek, maka beliau mengharapkan, mau tidak mau kesetaraan gender harus didorong dan ditingkatkan sehingga peran perempuan dan pria dalam pembangunan kehutanan bisa setara dan saling bahu membahu serta bersinergi. Kaum perempuan dapat mengambil bagian dalam berbagai sisi pembangunan kehutanan meskipun tidak harus menjadi pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kepada para pensiunan birokrat, beliau berharap agar mereka dapat mengisi karier keduanya dengan kegiatan yang menyenangkan dan tidak perlu khawatir dengan perubahan zaman menjadi new normal atau tata kehidupan baru, yang penting jaga kesehatan, berpikir positif, mengikuti tata aturan kehidupan dan isi waktu dengan kegiatan yang menyenangkan.

Demikianlah Apa dan Siapa Ir. INDRIASTUTI, MM sosok Srikandi Kehutanan, yang banyak pengalaman dan banyak jasanya terhadap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kini beliau, hidup bahagia bersama Suami tercinta Ir. Hatnan Sasongko, MM yang juga sama sama seorang Rimbawan yang sebelum purna tugas menjabat sebagai Kepala UPT Peredaran Hasil Hutan pada Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Dikaruniai seorang anak Seto Agung Wibisono, SE.Ak. dan 2 orang cucu. Kini beliau tinggal di alamat: Jl.Pocol 2 No.39 Kelurahan Sepanjang Jaya RT 002/02 Sepatan, Bekasi, Jawa Barat.