PENGANTAR REDAKSI MRI VOLUME 76

PENGANTAR REDAKSI MRI

Perkembangan pengetahuan yang semakin pesat sekarang ini, tidaklah menjadikan manusia
berhenti untuk mencari kebenaran. Justru sebaliknya, semakin menggiatkan manusia untuk
terus mencari kebenaran yang berlandaskan teori-teori yang sudah ada sebelumnya, untuk
menguji suatu teori baru atau menggugurkan teori-teori sebelumnya. Sehingga manusia
sekarang lebih giat lagi melakukan penelitian-penelitian yang bersifat ilmiah untuk mencari
solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya. Karena itu bersifat tidak kaku, artinya ia
tidak akan berhenti pada satu titik, tetapi akan terus berlangsung seiring dengan waktu manusia
dalam memenuhi rasa keingintahuannya pada dunia ini. Dalam mencari jawaban
keingintahuan itu, maka ada beberapa kebijakan/kebajikan (wisdom) yang diperlukan, yaitu: 1).
Membiasakan diri untuk berikap kritis terhadap kepercayaan (mitos) dan sikap yang selama ini
dijunjung tinggi; 2). Berusaha untu memadukan (sintesis) hasil bermacam-macam sains dan
pengalaman kemanusiaan, sehingga menjadi pandangan yang konsisten tentang alam semesta
beserta isinya; 3). Mempelajari dan mencermati jalan pemikiran para filsuf dan meletakkan
sebagai pisau analisis untuk memecahkan masalah kehidupan yang berkembang dalam
kehidupan konkrit, sejauh mana itu memang relevan dengan situasi yang kita hadapi.

Dua mazab filsafat yang dapat membantu dalam konteks ini adalah pertama, Rasionalisme.
Descartes dan John Lock setuju bahwa alam pikiran manusialah yang membedakan manusia
dari binatang. Aliran filsafat ini sangat mementingkan rasio. Dalam rasio terdapat ide-ide,
dengan itu manusia dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas di
luar rasio. Rasionalisme percaya, bahwa cara untuk mencapai pengetahuan adalah
menyandarkan diri pada sumberdaya logika dan intektual. Penalaran demikian tidak
berdasarkan pada data pengalaman, tetapi diolah dari kebenaran dasar yang tidak menuntut
untuk menjadi dan mendasarkan diri pada pengalaman. Hanya pengetahuan diperoleh lewat
akallah yang memenuhi syarat yang dituntut oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah. Dengan
akal, dapat diperoleh kebenaran dengan metoda deduktif. Kedua, Empirisme (empiricism dan
experience). Aliran ini berpandangan bahwa pengetahuan secara keseluruhan atau parsial
didasarkan pada pengalaman yang menggunakan Indera. Kaum empiris memegang teguh
pendapat bahwa pengetahuan manusia dapat diperoleh melalui pengalaman.

Baik Rasionalisme maupun Empirisme adalah bicara tentang pemikiran. Oleh karena itu, MRI
Volume 76 ini menurunkan berbagai artikel dengan tema: Pemikiran untuk Melawan
Kebodohan. Kebodohan adalah musuh kita bersama, karena kebodohan itulah yang
menghambat kita untuk mencapai kemajuan dalam segala aspek kehidupan. Selamat
membaca, selamat meninggalkan tahun 2023, dan selamat memasuki tahun baru 2024.