Dr. Ir. WIRATNO, M.Sc., IPU

Oleh : Pengasuh Majalah Rimba Indonesia

PENDAHULUAN

Dr. Ir. Wiratno, M.Sc.,IPU pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, tanggal 28 Maret 1962 dari pasangan suami istri bernama Bapak Wirjono Oetomo dan Ibu Sukapti, keduanya pengusaha batik tulis dan batik cap, serta sarung pada era 1950 s.d. 1970 an.

Istri Dra. Asih Sumekarwati, dan dikaruniai tiga anak yaitu Alif P. Farhan (Alfan), Arsitek dari Universitas Atmajaya Yogyakarta dan lulusan Institute of Creative Music Performance, London;  Hana Fairuzamira (Hana) lulusan S1 Fisipol UGM dan S2 di Kent University, Canterbury, UK, saat ini bekerja di DC Advisory  di London, bagian ESG; dan Naufal Reyhan Mahasin (Naufal), Sarjana Teknik Sipil UGM.

PENDIDIKAN   

Bapak Wiratno menapaki dunia Pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi sebagai berikut: SDN I Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung, SMPP di Tulungagung.  S-1 Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta lulus 1988. Melanjutkan program pascasarjana (S-2) gelar M.Sc. Survay Integration untuk Pengembangan Sumber Daya, dengan spesialisasi Perencanaan daIam Implementasi Proyek di Institute for Aerospace and Earth Sciences (ITC), Belanda (1993), serta S-3 gelar Doktor dari Universitas Pajajaran Bandung (22 Juni 2022).  Selain itu telah memperoleh Surat Tanda Registrasi Insinyur (PII), Wiratno sebagai Insinyur Profesional Utama (IPU) No.Reg : 0901.17.034425.

KURSUS/ACARA INTERNASIONAL

14-17 June 1993           :      Regional Workshop on Geo-Information Systems for Natural Resources Management of Biosphere Reserves. Biotrop, Bogor, Indonesia. Ministry of Forestry, Indonesian Institute of Science, UNESCO, and International Institute of Aerospace and Earth Sciences (ITC) The Netherlands.

1 Dec 1994                    :      Workshop User’s Advisory Group GEF-Biodiversity Collection Project. Indonesian Institute of Science.

4-22 Dec.1999              :      Participatory Management of Protected Areas, Kasetsart Univ, Bangkok.

11-22 Nov. 1996           :      Forestry and Natural Resource Management: New Approach and Information Management Tools, AIT/ITC, Bangkok.

3 Feb-27 Maret  1997 :     Planning of Project for Biodiversity Conservation, University of Bradford, UK.

1-21 June 1999            :     Forestry Extension Course, RECOFTC, Bangkok.

8-17 Sept 2003            :     Vth World Parks Congress, Durban, South Africa.

24 Desember 2003     :     Workshop on the Management Modeling of Biosphere Reserve in Indonesia :.   Indonesian Institute of Science, Mand and Biosphere, and UNESCO Jakarta.

17-25 Nov, 2004         :     World Conservation Congress in Bangkok, Thailand.

18-21 April 2005        :     Series on the Management and Conservation of World Heritage Site. United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) Hiroshima Office for Asia and the Pasific, Japan.

HOBI/ KEGEMARAN

Bapak Wiratno mempunyai hobi menjelajah  pedesaan, dan kawasan konservasi, bertemu dengan masyarakat desa dan masyarakat hukum adat, melukis, membaca dan menulis artikel dan buku konservasi alam dan leadership.

RIWAYAT PEKERJAAN

  • Training planners and instructor in Bogor Forestry Training Centre and Manokwari Forestry Training Centre (1989-1990)
  • Planning for conservation areas establishment and management at national level (1994 – April 1999).
  • Head of Natural Resources Conservation Unit, Province of Yogyakarta (May 1999- Jan 2000). Policy Analyst, Conservation International Indonesia (Februari 2001-Desember 2004)
  • Park Manager in Mt.Leuser National Park (17 Januari 2005 – Agustus 2007)
  • Kepala Subdit Pemolaan dan Pengembangan, Direktorat Konservasi Kawasan, Ditjen PHKA (Head of Conservation Design and Development, 3 September 2007-Januari 2011)
  • Kepala Balai Besar KSDA NTT (Head of Conservation Office at Lesser Sunda (NTT) Province), (Februari 2011- Desember 2013).
  • Direktur Bina Perhutanan Sosial, Ditjen BPDASPS, Kementerian Kehutanan, Jakarta (Januari 2014-16 Juni 2017).
  • Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (17 Juni 2017- 31 Maret 2022).
  • Tenaga Ahli Menteri Bidang Restorasi & Kemitraan Konservasi (1 April 2022-sekarang).
  • Ketua Bidang III Konservasi FOLUNETSINK 2030 (2023-saat ini), Kementerian LHK.
  • Dosen (NIDK) pada Pasca Sarjana Kajian Pariwisata UGM (2023-2024).

PENGALAMAN KERJA DAN KEPEMIMPINAN

Menjadi Seksi Pemolaan Konservasi Wilayah I (1994-1998) berkontribusi mengusulkan kawasan konservasi baru, antara lain melahirkan TN Bukit Tigapuluh, seluas 94.000 Ha di mana Dirjen PHPA   Ir. Soemarsono mengusulkan penghentian izin 2 HPH (PT Sura Asia dan PT Seberida Wana Sejahtera) dan disetujui oleh Menteri Kehutanan Ir. Djamaloedin Suryohadikusumo saat itu dan kawasan konservasi lainnya.  Di era 1999-2000 sebagai Kepala Unit KSDA DI Yogyakarta, berhasil menyelamatkan anggrek Vanda tricolor lereng Merapi bagian Selatan bersama 6 kelompok tani hutan, breeding rusa timor di Bunder, Gunung Kidul, pelestarian penyu di pantai Bantul bersama kelompok nelayan dan ketiga kelompok binaan tersebut masih eksis sampai sekarang. Membentuk 6  kelompok tani pelestari anggrek merapi (Vanda tricolor, sp), dan dari 6 kelompok tersebut, tinggal 2 kelompok yang masih eksis sampai saat ini); Pernah diperbantukan sebagai analis kebijakan pada Conservation International Indonesia (2001-2004) untuk nasional, Papua dan Siberut; menyelesaikan illegal logging  TN Gunung Leuser di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan perambahan di Besitang TN Gunung Leuser Kabupaten Langkat, serta pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Tangkahan, Kabupaten Langkat ketika menjabat sebagai Kepala Balai TN Gunung Leuser (2005-2007); menyelesaikan konflik Colol di Kabupaten Manggarai melalui pendekatan adat, agama, dan pemerintah (yang akhirnya disebut sebagai Tiga Pilar) dan mengembangkan soft coral anti cancer (Candida spongia sp) bekerjasama dengan dr Agus Triyanto dari UNDIP di TWA Teluk Kupang ketika menjabat sebagai Kepala Balai Besar KSDA NTT (2012-2013);  berhasil menuntaskan terbitnya SK Perhutanan Sosial seluas ± 200.000 Ha ketika menjabat sebagai Direktur Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial dan lebih dari ± 290.000 Ha Kemitraan Konservasi untuk menyelesaikan konflik masyarakat di kawasan konservasi, dengan penerbitan Keputusan Dirjen No.6 tahun 2018, pengembangan 100 Role Model di seluruh UPT Ditjen KSDAE dan beragam solusi konkrit penyelesaian konflik satwa liar, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa penyangga ketika menjabat sebagai Dirjen KSDAE (Juni 2017 s.d Maret 2022); Menjadi Tenaga Ahli Menteri Bidang Restorasi dan Kemitraan Konservasi sejak Maret 2022 sampai dengan saat ini. Juga sebagai Ketua Bidang III Konservasi FOLUNETSINK 2030.  Kunci dari seluruh pengalaman itu mengerucut pada sikap mental yang humble, rendah hati, open mind, dan sering turun ke lapangan untuk mendengarkan  langsung aspirasi masyarakat dan memahami problem lapangan. Membangun organisasi pembelajar dan agile governance pasti akan terus menjadi kendaraan untuk mencapai tujuan jangka panjang konservasi alam dan lingkungan lintas generasi.

PENGALAMAN UNIK SELAMA MENJALANKAN TUGAS

Pengalaman yang tidak terlupakan saat menjadi Dirjen KSDAE, pada 2019, atas inisiatif teman aktivis si Jack dan didukung Balai Besar TN Gunung Leuser, melakukan  ”Kongres Masyarakat Desa Hutan” di areal perambahan Resort Sekoci, Besitang, Kabupaten Langkat, yang antara lain dihadiri oleh Prof San Afri Awang, Bu Hanni adiati, Datuk Besitang, para perambah, saya  mengajak semua peserta kongres untuk sujud (beralaskan tanah) dengan tujuan meminta ampun kepada Tuhan, atas kerusakan hutan di Resort Sekoci dan bersepakat untuk membangun hutan kembali. Semua peserta patuh dan banyak yang tersentuh hatinya dan menangis. Sejak saat itu dimulailah kemitraan konservasi di mana masyarakat diikat dalam KTH untuk merehabilitasi sambil mendapatkan manfaat ekonomi melalui pengembangan agroforestry di Sei Bamban. Kembali ke Kasus Colol, dimana 6 petani dari Desa Penyangga TWA Ruteng tertembak di depan Polres Ruteng, Kabupaten Manggarai pada 11 Maret 2004, dan kemudian saya pada akhir 2012, melakukan ritual adat yang disebut dalam bahasa Manggarai sebagai ”Wai Luuk”, pernyataan perkabungan secara adat. Walaupun kejadiannya telah lama berlalu namun kedukaan masyarakat Colol tidak pernah pupus. Permohonan maaf atas nama pemerintah tersebut dilakukan di kompleks Paroki Colol. Para janda yang suaminya menjadi korban yang sangat terkenal sebagai peristiwa ”Rabu Berdarah”. Kasus ini menjadi penelitian Komnas HAM dalam Inkuiri Nasional. Saya juga menandatangi kesepakatan dengan Masyarakat Adat Colol pada tanggal yang sangat spesial yaitu 12 Desember 2012 atau Kesepakatan 12-12-12 yang berlangsung di Rumah Gendang Colol.  Seluruh proses tersebut saya bukukan dalam buku berjudul   ”Menuju Pengelolaan TWA Ruteng Berbasis Tiga Pilar” dan dapat diakses-diunduh, bersama koleksi buku-buku elektronik saya  di laman :  iw-center.com. Solusi kedua kasus tersebut ternyata juga selaras dengan Ontologi Mengurus Hutan di Indonesia yang Humanis.

Foto Pembukaan Kegiatan Musyawarah Besar Penerapan Kolaborasi Taman
Wisata Alam Ruteng

Acara Musyawarah “Berbasis Tiga Pilar” di Kab. Manggarai Tahun 2013

DAFTAR PUBLIKASI/MAKALAH/ SEMINAR:

  1. Gede Pangrango National Park: Towards Management as A Biosphere Reserve. Article in Kehutanan Indonesia Ed.12. Tahun 1993/1994.
  2. The History of National Park Development in Indonesia. Article in Duta Rimba, Maret-April/189-190/1996.
  3. Preservation Efforts of Natural Forest Areas in Central Java Province. Article in Duta Rimba. 211/XXIII, Januari 1998.
  4. Pattern of Energy Consumption in Buffer Zone of Cibodas Biosphere Reserve. Working Paper presented in the Training Workshop “Geo-Information Systems for Natural Resource Management of Biosphere Reserve, 17th-28th May 1993, Biotrop, Bogor.
  5. Institutional Analysis of Taungya Practices in the Buffer Zone of Gede-Pangrango National Park. Working Paper presented in the Training Workshop “Geo-Information Systems for Natural Resource Management of Biosphere Reserve, 17th-28th May 1993, Biotrop, Bogor.
  6. Participatory Approach in Managing Conservation Areas: A Brief Review of Indonesia’s Experiences. Paper presented in Participatory of Protected Areas Management Course, Kasetsart Univ., Bangkok, 1995.
  7. Tipe-tipe Ekosistem di Indonesia (Ecosystem types in Indonesia). Paper is prepared for Direktorat Bina Program, DG. PHPA, Maret 1995 (unpublished).
  8. Traditional Conservation in the Development of Conservation Programs:Special Report: Conservation Indonesia Vo.11 No.1, 1995.
  9. National Park System in Indonesia: “A Challenge to Integrate Conservation and Development” in A State of the Art Report on Some Recent Forestry Policies, Initiatives and Achievements in Indonesia: Concepts, Strategies and Actions for Sustainable Forest Management and Forestry Development Towards 21st Century. Ministry of Forestry, GOI [BD. Nasendi (Ed.),1997]. Prepared for XI World Forestry Congress, Ankara Turkey.
  10. Costs and Benefits Analysis of Mt. Gede Pangrango National Park Management. Working paper presented in Development and Project Planning Center (DPPC), University of Bradford, UK, February-March, 1997; Natural Resource Management (NRM) Project: Jakarta, July 29 1998.
  11. Economic Valuation of Conservation Areas. Article in Duta Rimba. 221/XXIV/November 1998.
  12. Monitoring and Evaluation of Ecotourism Activities. Management of Nature Recreation Course. Forestry Training Center, September 1998.
  13. Policy of DG.of Forest Protection and Nature Conservation. Paper presented in the Workshop to Propose Dieng Complex as Conservation Areas. Santika Hotel Semarang 14-15 October 1998.
  14. Ecosystem Approach in Forest Resource Utilization. Paper presented in the Seminar and Reunion of Faculty  of  Forestry, Gadjah Mada University, 21-23 October 1998.
  15. Land Use Change in Sumatra Island: Reflection Toward Sustainable Natural resource Management. Dialogue of Five Provinces in Sustainable Natural Resource Riau Mandiri Foundation. Pekanbaru 26 April – 1 May 1999.
  16. Monitoring and Evaluation of Ecotourism Activities. Duta Rimba No. 226/XIV – April 1999.
  17. Development of Traditional Community. Article in Duta Rimba No. 228/XIV – June 1999.
  18. Policy and Strategy of Conservation Areas; management in Yogyakarta Province. Paper presented in the Regional Seminar on the Potency of Conservation Areas in Yogyakarta Province. Fac. Of Biology-Matalabiogama, Gadjah Mada University, 30 October 1999.
  19. The Emerging of “Reinventing Government”: Its Relevancy in the Context of Bureaucracy Reformation in Ministry of Forestry.  Duta Rimba, September 2000.
  20. Analytical Model of Ecotourism Development Model in “Ecotourism Development and Ecotourism Business. Fandeli, C. dan Mukhlison (Editor). Collaboration between Faculty Of Forestry Gadjah Mada University with Natural Resource Conservation Unit, Yogyakarta Province, and Pustaka Pelajar. December, 2000.
  21. Policy in Wildlife Management at National Level. Paper presented in the One Day Seminar of Profession Analysis and Wildlife Protection, Veterinary Office , Yogyakarta Province. 2 November 2000.
  22. Tipology of Wildlife Ownership in Yogyakarta Province. Paper presented in Refresher Course for Forest Ranger, Forestry Office, 6 November 2000.
  23. Flora and Fauna Conservation in Indonesia. Paper presented in Basic Conservation Education for Biological Study Clubs, Gadjah Mada University, 17 November 2000.
  24. Ex-Situ Conservation Policy in Yogyakarta Province.Paper presented in the Seminar of Regional Ex-Situ Conservation to Support  In-Situ Communication Forum of Faculty f Forestry Student., Gadjah Mada University, 28 November 2000.
  25. Network Development. Paper presented in Conservation Cadre Training. BPP Wonocatur, 5-6 December 2000.
  26. Conservation Network and Breeding Program: A Case in Yogyakarta. Paper presented in Seminar of Development of  Forestry Education and Training.  Bogor, 15 December 2000.
  27. Prediction of Land Use Change: Lesson from Java and Sumatra Cases. Article in Duta Rimba, December 2000.
  28. Nature Recreation in Yogyakarta. Article in Duta Rimba May 2001.
  29. Conservation Network and Breeding Program: A Case in Yogyakarta. Studium General Vetpagama, Veterinary Nature Lovers’ Group, Gadjah Mada University, May, 2001.
  30. Protected Areas in Indonesia. A CABS Workshop. May 21-15 2001, White Oak Plantation, Florida. Center for Applied Biodiversity Science. Conservation International.
  31. Collaborative Management: An Offer to Manage National Park in the Autonomy Era. Article in Duta Rimba, July 2001.
  32. Conservation Network and Breeding: Cases in Yogyakarta. Article in Duta Rimba, Juli 2001.
  33. The Status of Wildlife Ownership. Paper presented in the Workshop of Protected Animal Keeping. Salak Hotel, Bogor 20-21 Juli 2000. Partnership between DG.of Forest Protection and Nature Conservation with Gibbon Foundation Indonesia.
  34. Network in Nature Conservation. Paper presented in Indonesia Biodiversity Forum. Santika Hotel, Jakarta, 10-12 July 2001.
  35. General Lecture: Strategic Planning Process. Magister Management of City and Regional Development.  Of Technique, Gadjah Mada University.  August- September 2000.
  36. Development in Strategic Planning. Paper presented in the General Lecture. Fac.of Forestry, Gadjah Mada University, 9 November 2001.
  37. The Prospect of Conservation Workers in the Next 10 to 15 Years. Paper presented in the Student Dialogue, Faculty Biology, University .of Duta Wacana Yogyakarta, 16 November 2001.
  38. The Urgency of Developing Multi-stakeholders’ in the Park Management. Paper presented in the Refreshing Course of Forest ranger in Siberut NP. 19 November 2002.
  39. Finding Solution for Dongi-dongi. NGO-Move Newsletter 5-46b, November 17, 2002
  40. Syndrome Anthropocentrism. Indonesian Nature Conservation Newsletter (INCL), NGO Movement- 2002.
  41. Increasing the Competitive Power of Forest Resources in Global Politic. Paper presented in 40 Years Celebration of Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta (19-21 September 2003).
  42. Valuation of Mt.Gede Pangrango National Park. NRM Project. Wiratno, Virza, Harry K, et al. December 2003.
  43. Partnership in Conservation, Positive Opportunity in Reformation Era. Article in Tropika Indonesia Vol.7 No.3, 2003;
  44. “Oh Papua…” Article in Tropika Indonesia Vol.8 No.4 (October-December) 2003.
  45. Establishment History of National Park in Indonesia” Article in Tropika Indonesia Vol.9 No.5, 2004.
  46. The Sinking of Siberut Island. (Article in Mimbar Minang), 20 December 2003.
  47. Proceeding of Indonesia MAB Meeting and Workshop of Biosphere Reserve (Cisarua 19-20 December 2002). Member of Editor Team.
  48. Controversy on Establishment of Merapi NP (Article in Sinar Harapan) 9 Juli 2004.
  49. Syndrome Anthropocentrism of Mining in Protection Forest (Article in Harian Kompas) 24 July 2004.
  50. Homework of the New Minister of Forestry (Article in Koran Tempo) 19 October 2004.
  51. The Future of Small Island in Western Cost of Sumatra (Article in Koran Tempo, 1 February 2005).
  52. Strategic Planning for Leuser National Park. Bulletin “Jejak Leuser” Vol 1., September 2005. Leuser National Park.
  53. Conservation Deadlock. TROPIKA Indonesia. April-Juni 2006 Vol 10.No.2
  54. Challenges to Develop Collaboration. Buletin Jejak Leuser. Volume 1.No.1 Tahun 2006.
  55. Reposition Roles of Conservation Organization. Buletin Jejak Leuser. Volume 2.No.5 Tahun 2006.
  56. Initiative on Conservation Partnership: A Critical Thoughts. Paper presented in the Workshop of Proposal Writing. Conservation Training and Resource Center, Balai TN. Gunung Leuser, Wildlife Conservation Society. Hotel Sahid, Medan, 6-9 August 2007.
  57. Flood Solution in Jakarta and the Role of Ciliwung. Agro Indonesia. Vol V No.n235; 3-9 February 2009.
  58. Harakiri di Bumi. AgroIndonesia. Vol. V No.243, 31 Maret-6 April 2009.
  59. Toward Resort Based Management of Conservation Area. AgroIndonesia Vol. V No.250 19-25 Mei 2009.
  60. Conservation Area in the Changing World. Media Persaki; 2009.
  61. Pola Pengelolaan Kawasan Konservasi Bergunung Api Aktif (management of active volcano’s protected areas: Pembelajaran dari Letusan Gunung Merapi, di TN Gunung Merapi (Lesson from eruption of Mt Merapi of Merapi National Park). Buletin Tata Ruang, November-Desember 2010. Ditjen Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum.
  62. Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Desa : Solusi Konflik, Pengentasan Kemiskinan, dan Penyelamatan Habitat dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati. Sumber: www.konservasiwiratno.blogspot.com
  63. Pembangunan KPHK melalui Pendekatan Terpadu Lansekap dan Multipihak. Sumber : konservasiwiratno.blogspot.com.
  64. Top Leader dan Transformasi Digital Ditjen KSDAE, iw-center.com (7 September 2021).
  65. Adaptive Collaborative Management; iw-center.com (4 Agustus 2022).
  66. Leadership di Era Digital; iw-center.com (11 Juli 2022).
  67. Memori Organisasi; iw-center.com (16 Juli 2022).

PENERBITAN BUKU:

  1. Looking Into A Cracked Mirror: Reflection of Conservation and Implication for Park Management. Wiratno, Daru Indriyo, Ahmad Syarifudin, Ani Kartikasari. Published by : FoRest Press, Gibbon Foundation, dan PILI-NGO Movement. Jakarta, 2001; English version (2004).
  2. NAKHODA: Leadership in Conservation Organization. Ministry of Forestry and Conservation International Indonesia. Jakarta, 2005.
  3. Economic Valuation of Mt.Gede Pangrango National Park. Published by Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cipanas, West Java.
  4. Zamrud National Park : Warisan Saujana Paya Tanah Perca (Lead Editor). Kabupaten Siak, Provinsi Riau, 2 Februari 2008.
  5. Establishing Tropical Rainforest Connectivity in Northern Sumatra: Challenges and Opportunities in Connectivity Conservation : A Global Guide. Graeme L.Worboys, et.all (Ed)., 2010. IUCN, ICIMOD, WCPA, The Nature Conservancy, WWF, World Bank, Australian ALPS, Wilburforce Foundation. Earthscan Publication. London, Sterling, VA (2010).
  6. Tersesat di Jalan yang Benar : Seribu Hari Mengelola Leuser (2013); Loss on the Right Way (Thousand days Managing Leuser). UNESCO, Jakarta Office.
  7. Solusi Jalan Tengah : Esai-esai Konservasi Alam (2012). Win-win Solution : Esays onNature Conservation in Indonesia; Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Ditjen PHKA (2013).
  8. Taman Wisata Alam Ruteng : Menuju Penerapan Kerjasama Berbasis Tiga Pilar.Balai Besar KSDA NTT (2013).
  9. Dari Penebang Hutan Liar ke Konservasi Leuser. Pembelajaran dari Tangkahan, TN Gunung Leuser. OIC, UNESCO Jakarta Office, 2014.
  10. Perebutan Ruang Kelola : Refleksi Perjuangan dan Masa Depan Perhutanan Sosial di Indonesia. Pidato Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke 54. Ditjen KSDAE. 2017.
  11. Sepuluh Cara Baru Mengelola Kawasan Konservasi. Ditjen KSDAE (2018).
  12. Situgunung Suspension Bridge Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Booklet. Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango.2018.
  13. Wisata Intelektual. Catatan Perjalanan 2005-2020. Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2020).
  14. Menuju Digital Society : Masa Depan Ras Manusia & Transformasi Digital Konservasi Alam (2021). Wiratno dan Tim Ditjen KSDAE.

PENYUNTING BUKU:

  1. Sang Pelopor : Peranan Dr S.H. Koorders dalam Perlindungan Alam di Indonesia (2012) Directorate of Conservation Area and Protection  Forest Planning, DG of Forest Protection and Nature Conservation, Ministry of Forestry.
  2. Kalau Tidak Turun Nanti Dimarahi Pak Kadus (2012) Directorate of Conservation Area and Protection Forest Planning, DG of Forest Protection and Nature Conservation, Ministry of Forestry.
  3. Indikasi Area Terbuka di Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam. Nurman Hakim. Direktorat Pusat Informasi Konservasi Alam. Ditjen KSDAE.2020.
  4. Desa-desa dan Kawasan Konservasi. Nurman Hakim. Direktorat Pusat Informasi Konservasi Alam. Ditjen KSDAE.2020.
  5. Inspirasi dari Gede Pangrango. Wahjudi Wardojo. Ditjen KSDAE, YKAN dan Wildlife Conservation Society.2020.
  6. 100+ Inovasi KSDAE. Ditjen KSDAE (2022).

ANGGOTA/PEMBIMBING TIM PENELITIAN DAN PENGKAJIAN TERPADU

  1. 1992-1993 Increasing Population Pressure on Limited Natural Resources: The Case Study of the Buffer Zones and Transition Zones of the Cibodas Biosphere Reserve, West Java.  Joint-Research with UNESCO-MAB Program, ITC, and DG. PHPA.
  2. 1994: Redesigning of WWF-Project (1994-1997 Program) in South Aceh, Assessment in collaboration with WWF-IP: Conservation in Gunung Leuser National Park: Management of Community Natural Resources in the Interaction Zone of National Park.
  3. 1996: The Social Impact Analysis of Resettlement for Forest Encroachers in Gunung Leuser National Park.
  4. 1997: Legal Analysis of Government Policy in Customary Right of Adat Community: Critical comment of the research conducted by Sejati Foundation.
  5. 1998: Critical review on proposed expansion of Ecosystem Leuser prepared by Leuser Management Unit in relation to Forest Concession Activities.
  6. Project leader in boundary development of Marine National Park in Kep.Seribu NP, Wakatobi NP, and Bunaken NP (1997-1998; 1998-1999).
  7. Resource person in the research on economic valuation of Mt. Gede Pangrango National Park conducted by Center of Environmental Economic Study, funded by NRM-USAID (March, 1999).
  8. Facilitator in Development of Strategic Planning for Nature Conservation Office in Yogyakarta Province (2000-2004).
  9. Team member to Develop Forestry Strategic Planning in Yogyakarta Province.
  10. Team Leader in National Conservation Forum: Conservation-based Development in National Forestry, DG. of Forest Protection and Nature Conservation. (March 2004-2005);
  11. Team member of National Forest Concession Evaluation (2003-2004), DG. Of Forest Production, Ministry of Forestry.
  12. Member of Integrated Team for Logging Concession Evaluation in Siberut Biosphere Reserve. Ministry of Forestry and Indonesian Institute of Sciences (2004-2005).
  13. Member of Ecotourism Board of North Sumatra Province (2006-sekarang).
  14. Advisory Board of Conservation Leadership and Learning Center. Yogyakarta (2006-sekaran).
  15. Head of Steering Committee on Strategic Planning for Leuser National Park (2006-2010).
  16. Member of Sustainable Forest Operation (Operasi Hutan Lestari II Toba) in North Sumatra Province (August-Dec 2006).
  17. Member of National Committee for Biosphere Reserve, sejak 2008-sekarang
  18. Member of Indonesian Forester Association, sejak 2008-sekarang
  19. Member of Ad hoc Team for Revision of Act No 5/1990, sejak April 2010-2011.
  20. Head of Advisory Board Yayasan Badak Indonesia. 2018-March 2022.
  21. Advisory Board Sekolah Ilmu & Teknologi Hayati ITB Bandung (2022-sekarang).
  22. Head of Bidang III Konservasi FOLUNETSINK 2030, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, since 2022-sekarang.
  23. Advisory Board Perkumpulan Burung Indonesia, since Desember 2022
  24. Advisory Board Yayasan Arsari Hasim Djojohadikusumo (Januari 2023-now), focus on conservation of Sumatran Tiger and Orangutan Kalimantan.

PEMANTAU STUDI DOKTORAL

  1. Penguji luar Komisi Pembimbing pada Ujian Tertutup (11 Desember 2023) dan Sidang Promosi Terbuka Disertasi (4 Januari 2024) berjusul Studi Ekologi, Genetika, dan Konservasi Burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Tri Jaryoko, Program Studi Konservasi Biodiversitas Tropika, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB Universty 4 Januari 2024.
  2. Penguji Luar Komisi Pembimbing Proposal Kualifikasi Pengembangan Model Pengelolaan Taman Nasional Berbasis Masyarakat Adat (Studi Kasus di Taman Nasional Bukit Duabelas)., 13 Maret 2022, Program Studi Konservasi Biodiversitas Tropika. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan.  Institut  Pertanian Bogor.

PENGHARGAAN

Berbagai kegiatan atas hasil jerih payahnya telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, diantaranya adalah:

  1. Prestasi Terbaik Peringkat II dari 28 Orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXVIII tahun 2018. Lembaga Administrasi Negara.
  2. Penghargaan dari Presiden RI “Satya Lencana Karya Satya 30 tahun” 16 Maret 2021.
  3. Penghargaan dari Presiden RI “Satya Lencana Wira Karya”, 16 Maret 2021.
  4. Anugerah Aparatur Sipil Negara 2021, Tiga Terbaik ASN 2021, Kementerian PAN/RB, 10 Desember 2021.

 PUBLIKASI YANG DITERBITKAN

  1. Looking Into A Cracked Mirror: Reflection of Conservation and Implication for Park Management. Wiratno, Daru Indriyo, Ahmad Syarifudin, Ani Kartikasari. Published by : FoRest Press, Gibbon Foundation, dan PILI-NGO Movement. Jakarta, 2001; English version (2004).
  2. NAKHODA: Leadership in Conservation Organization. Ministry of Forestry and Conservation International Indonesia. Jakarta, 2005.
  3. Economic Valuation of Mt.Gede Pangrango National Park. Kerjasama dengan pakar ITB didukung oleh NRM-USAID. Published by Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cipanas, West Java.
  4. Zamrud National Park : Warisan Saujana Paya Tanah Perca (Lead Editor). Kabupaten Siak, Provinsi Riau, 2 Februari 2008.
  5. Establishing Tropical Rainforest Connectivity in Northern Sumatra: Challenges and Opportunities in Connectivity Conservation : A Global Guide. Graeme L.Worboys, et.all (Ed)., 2010. IUCN, ICIMOD, WCPA, The Nature Conservancy, WWF, World Bank, Australian ALPS, Wilburforce Foundation. Earthscan Publication. London, Sterling, VA (2010).
  6. Mengalir Tanpa Batas: Buah Pikir Ir Suhariyanto, membantu penerbitan ulang pada tahun 2010.
  7. Tersesat di Jalan yang Benar : Seribu Hari Mengelola Leuser (2013); Loss on the Right Way (Thousand days Managing Leuser). UNESCO, Jakarta Office.
  8. Solusi Jalan Tengah : Esai-esai Konservasi Alam (2012). Win-win Solution : Esays onNature Conservation in Indonesia; Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Ditjen PHKA (2013).
  9. Taman Wisata Alam Ruteng : Menuju Penerapan Kerjasama Berbasis Tiga Pilar.Balai Besar KSDA NTT (2013).
  10. Dari Penebang Hutan Liar ke Konservasi Leuser. Pembelajaran dari Tangkahan, TN Gunung Leuser. OIC, UNESCO Jakarta Office, 2014.
  11. Perebutan Ruang Kelola : Refleksi Perjuangan dan Masa Depan Perhutanan Sosial di Indonesia. Pidato Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM ke 54. Ditjen KSDAE. 2017.
  12. Sepuluh Cara Baru Mengelola Kawasan Konservasi. Ditjen KSDAE (2018).
  13. Situgunung Suspension Bridge Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Booklet. Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango.2018.
  14. Wisata Intelektual. Catatan Perjalanan 2005-2020. Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2020).
  15. Menuju Digital Society : Masa Depan Ras Manusia & Transformasi Digital Konservasi Alam (2021). Wiratno dan Tim Ditjen KSDAE.

Demikian sekelumit tentang sosok Dr. Ir. Wiratno, M.Sc., semoga tulisan ini mampu menginspirasi bagi para pembaca, khususnya generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa dan negara, menuju Indonesia Makmur sejahtera dan berkeadilan.

 

Media Sosial:

  1. Youtube dan Instagram : inung wiratno
  2. Email : inung_w2000@yahoo.com
  3. Ebook dan Articles : iw-center.com